Technology

Topologi Star, Salah Satu Metode Penataan Perangkat Jaringan Komputer

Agar bisa saling terhubung satu sama lain antar komputer, sudah pasti kita semua tahu bahwa dibutuhkan sebuah jaringan untuk mewujudkan hal tersebut. Sebuah jaringan komputer berfungsi untuk menghubungkan antara satu perangkat komputer dengan komputer yang lainnya yang berada di dalam jangkauan area jaringan tersebut.

Dengan adanya jaringan, maka semua perangkat yang terhubung di dalam jangkauan area tersebut akan bisa saling bertukar informasi, dokumen dan juga data satu sama lain. Dan tentunya hal tersebut akan sangat berguna bagi kita yang mana ingin melakukan transfer data dengan cara yang praktis dan mudah.

Di dalam membangun sebuah jaringan, biasanya digunakan sebuah metode atau rancangan untuk menempatkan perangkat-perangkat jaringan agar tersusun menjadi sebuah jaringan yang bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan. Tentunya sebagian dari kita sudah tahu bahwa hal yang dimaksudkan disini adalah sebuah topologi jaringan.

Topologi merupakan sebuah tatanan atau penempatan letak perangkat-perangkat sesuai dengan bentuk yang dimaksudkan oleh topologi tersebut untuk membentuk sebuah jaringan komputer. Tentunya dengan adanya topologi ini tidak akan mengurangi kinerja yang ada pada sebuah jaringan komputer. Malah, dengan adanya topologi ini maka akan menambah kinerja jaringan menjadi lebih baik lagi.

Salah satu jenis topologi yang banyak digunakan adalah topologi star. Sesuai dengan namanya, tentunya kita semua bisa menyimpulkan bahwa topologi yang dimaksud merupakan topologi jaringan yang berbentuk seperti bintang. Dan tentunya juga jenis topologi yang satu ini memiliki kelebihannya tersendiri jika dibandingkan dengan topologi jaringan yang lainnya.

Nah, pada artikel kali ini kita akan sama-sama membahas hal-hal yang tentunya akan berguna untuk kita pahami bersama mengenai topologi star ini. Untuk penjelasan lebih lengkapnya, silahkan simak ulasannya berikut ini.

Pengertian Topologi Jaringan

Sebelum kita membahas mengenai topologi star yang menjadi topik utama dalam pembahasan pada artikel ini, ada baiknya bagi kita untuk memahami terlebih dahulu mengenai pengertian dari topologi. Yang dimaksud dengan Topologi Jaringan Komputer adalah suatu komponen atau juga bisa dikatakan cara yang digunakan guna untuk menghubungkan semua kumpulan komputer antara satu dengan lainnya agar nantinya semua komputer dapat membentuk sebuah jaringan dan dapat terhubung atau terkoneksi ke internet.

Topologi ini mengacu dan mengadaptasi kepada keadaan jaringan secara nyata atau berdasarkan dengan apa yang ada di lapangan (memungkinkan atau tidaknya digunakan salah satu topologi). Tapi keseluruhan grand design jaringan (pemilihan alat-alat, aksesoris, aktif / pasif device) dan kebijakan / policy yang akan diaplikasikan setelah selesainya suatu project, akan berdasarkan dari pemilihan bentukan Topologi Jaringan ini.

Topologi jaringan dalam telekomunikasi adalah suatu cara menghubungkan perangkat telekomunikasi yang satu dengan yang lainnya sehingga membentuk jaringan. Jaringan tersebut akan saling berhubungan satu sama lain membentuk sebab komunikasi data.

Dalam suatu jaringan telekomunikasi, jenis topologi yang dipilih akan mempengaruhi kecepatan komunikasi. Untuk itu maka perlu dicermati kelebihan/keuntungan dan kekurangan/kerugian dari masing‐masing topologi berdasarkan karakteristiknya. Dan setiap macam topologi jaringan komputer akan berbeda dari segi kecepatan pengiriman data, biaya pembuatan, serta kemudahan dalam proses maintenance nya.

Apa Itu Topologi Star

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, topologi star merupakan salah satu dari banyaknya jenis topologi jaringan yang ada dan merupakan salah satu yang banyak digunakan di dalam membangun sebuah jaringan. Sesuai dengan namanya, topologi star merupakan jenis topologi yang penataan perangkat jaringannya menyerupai bentuk bintang.

Bentuk konsep topologi star layaknya sebuah bintang dengan titik pusatnya ialah perangkat pusat dan terdapat lima buah perangkat komputer yakni host yang terhubung secara langsung ke titik pusat atau perangkat pusat tersebut sehingga menghasilkan bentuk seperti bintang.

Hal ini tentu saja hanya sebatas sebuah gambaran konsep dari topologi star dan jumlah host yang dapat terhubung juga tidak terbatas lima host saja. Topologi Star umumnya digunakan pada jaringan komputer skala kecil dan menengah. Contoh untuk jaringan komputer lokal (LAN/intranet) di lingkungan perumahan, sekolah, kos-kosan, penginapan dan lain-lain.

Dalam konfigurasi topologi star, beberapa peralatan yang ada akan dihubungkan kedalam satu pusat komputer. Kontrol yang ada akan dipusatkan pada satu titik, seperti misalnya mengatur beban kerja serta pengaturan sumber daya yang ada. Semua link harus berhubungan dengan pusat apabila ingin menyalurkan data kesimpul lainnya yang dituju. Dalam hal ini, bila pusat mengalami gangguan, maka semua terminal juga akan terganggu.

Model jaringan topologi star ini relatif sangat sederhana, sehingga banyak digunakan oleh pihak perbankkan yang biasanya mempunyai banyak kantor cabang yang tersebar diberbagai lokasi. Dengan adanya konfigurasi star ini, maka segala macam kegiatan yang ada di-kantor cabang dapatlah dikontrol dan dikoordinasikan dengan baik. Disamping itu, dunia pendidikan juga banyak memanfaatkan jaringan topologi star ini guna mengontrol kegiatan anak didik mereka

Topologi Star merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Masing- masing workstation di hubungkan secara langsung ke Server atau Hub/Swich. Intinya topologi ini mengunakan Hub/Switch untuk menghubungkan dari komputer satu ke komputer yang lain. Hub/Switch berfungsi untuk menerima sinyal-sinyal dari komputer dan meneruskan ke semua komputer yang terhubung dengan Hub/Swich tersebut. Topologi jaringan Star termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.

Prinsip topologi star adalah control terpusat, seluruh link harus melalui pusat yang menyalurkan data tersebut ke semua simpul atau client yang dipilihnya. Simpul pusat disebut dengan stasiun primer/server sedangkan yang lainnya dinamakan stasiun sekunder/client server. Pada saat hubungan jaringan dimulai oleh server maka setiap client server dapat menggunakan hubungan jaringan sewaktu-waktu tanpa menunggu perintah dari server.

Di dalam topolgi star terdapat sebuah komputer (atau perangkat jaringan komputer lainnya berupa hub atau switch) yang menjadi pusat dari semua komputer yang terhubung di dalamnya. Komputer atau perangkat pusat ini bertindak sebagai server. Komputer-komputer lainnya yang bertindak sebagai client tidak dapat berkomunikasi satu sama lain.

Mereka harus melalui komputer pusat (atau berupa hub dan switch) terlebih dahulu,untuk dapat bertukar data dengan sesama komputer client lainnya. Selain untuk menghubungkan antar komputer dalam satu jaringan atau satu network topologi jaringan star juga dapat digunakan untuk menghubungkan perangkat keras jaringan lain seperti router, modem, access point dan lain sebagainya

Untuk lebih jelasnya, yang dimaksud dengan topologi star ialah dimana seluruh komputer saling terhubung melalui sebuah perangkat pusat. Pada topologi star seluruh data yang terkirim dari suatu komputer ke komputer lain harus melalui perangkat pusat terlebih dahulu.

Perangkat pusat tersebut berupa perangkat jaringan seperti hub, switch atau komputer. Fungsi utama dari perangkat pusat ini ialah mengelola dan mengendalikan semua fungsi pada jaringan, selain itu perangkat pusat juga dapat berfungsi sebagai repeater untuk aliran data tersebut.

Karakteristik Topologi Star

Pada setiap topologi jaringan yang ada, masing-masing memiliki ciri khas atau karakteristiknya tersendiri. Begitu pula dengan topologi star ini. Topologi star juga memiliki karakteristik yang tentunya berbeda dan tidak dimiliki oleh jenis topologi jaringan yang lainnya.

Topologi star memiliki karakteristik yaitu pada setiap komputer host memiliki kabelnya sendiri yang terhubung lansung pada perangkat pusat hub, switch, multipoint repeater, atau bahkan Multistation Access Unit (MAU) melalui sistem point-to-point.

Topologi star ini biasanya diimplementasikan pada jaringan rumah atau dikantor dan biasanya menggunakan kabel jenis Unshielded Twisted Pair (UTP), namun juga dapat dengan menggunakan jenis kabel fiber optik dan kabel coaxial. Berikut ini adalah beberapa karakteristik lainnya yang dimiliki oleh topologi star.

  • Setiap node atau komputer berkomunikasi langsung dengan konsentrator (HUB atau switch).
  • Medium transmisi yang digunakan dalam tipe topologi ini, membentuk jalur tertutup (closed loop), dan setiap workstation mempunyai kabel tersendiri untuk langsung berhubungan dengan file server, sehingga seluruh sistem tidak akan gagal bila ada salah satu kabel pada workstation yang terganggu.
  • Bila setiap paket data yang masuk ke consentrator (HUB) kemudian di broadcast keseluruh node yang terhubung sangat banyak (misalnya memakai hub 32 port), maka kinerja jaringan akan semakin turun.
  • Sangat mudah dikembangkan sehingga jika ingin menambahkan jaringan yang baru kita tinggal menambahkan kabel dan menghubungkan ke switch.
  • Kerusakan pada salah satu node tidak berpengaruh pada jaringan yang lain, misalnya jika salah satu ethernet card rusak, atau salah satu kabel pada terminal putus, maka keseluruhhan jaringan masih tetap bisa berkomunikasi atau tidak terjadi down pada jaringan keseluruhan tersebut.
  • Tipe kabel yang digunakan biasanya jenis UTP.
  • Konektor yang digunakan adalah konektor RJ 45.

Bagaimana Cara Kerja Topologi Star

Berdasarkan penjelasan di atas, tentunya banyak dari kita yang bertanya-tanya bagaimana cara kerja dari topologi star ini. Pada topologi jaringan star tidak langsung terhubung satu sama lain pada kabel maupun komputer, tetapi melalui perangkat pusat pengendali (central controller) yang biasa disebut dengan HUB atau switch.

Perangkat ini (Switch atau hub) mempunyai peran yang sangat penting dalam jaringan sehingga jika switch mengalami masalah maka seluruh jaringan juga akan mengalami masalah. Pada topologi star, HUB berfungsi layaknya seperti pengatur lalu lintas. Jika satu komputer ingin mengirimkan data ke komputer lainnya maka data tersebut dikirimkan ke HUB terlebih dahulu, yang kemudian meneruskannya ke komputer tujuan.

Mari kita asumsikan bahwa kita memiliki jaringan komputer dengan topologi star yang terdiri beberapa buah komputer yang terhubung ke perangkat pusat hub atau switch. Switch dalam hal ini akan menyimpan daftar Content Addressable Memory (CAM) pada memory yang dimilikinya. CAM tersebut menyimpan seluruh alamat perangkat yang terhubung dengan switch.

Contoh kasusnya, bila komputer A ingin mengirimkan data pada komputer B, maka komputer A akan mengirimkan pesan ke switch. Switch akan mengecek alamat yang akan dituju dengan menggunakan daftar CAM, setelah menentukan lokasi komputer yang akan dituju, maka switch akan meneruskan pesan tersebut ke komputer tujuan, dalam hal ini adalah komputer B.

Berbeda dengan hub, sebab hub tidak memiliki memori untuk menyimpan data perangkat yang terhubung dengannya. Oleh karena itu ketika komputer A akan mengirimkan pesan ke komputer B, maka hub akan mengumumkan “Hei semua perangkat yang terhubung denganku, aku menerima sebuah paket dengan alamat ini. Siapa diantara kalian yang memiliki alamat ini?”. Prosedur tersebut disebut ARP (Address Resolution Protocol) dan dengan protokol jaringan inilah hub dapat menemukan alamat paket yang akan dituju, lalu kemudian meneruskannya.

Kelebihan Dan Kekurangan Topologi Star

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa pada masing-masing topologi jaringan memiliki ciri khas dan juga karakteristiknya tersendiri. Tidak terkecuali juga dengan kelebihan dan kekurangannya. Topologi star sendiri memiliki kelebihan dan juga kekurangan yang tentunya akan berbeda dengan jenis topologi jaringan yang lainnya. Berikut ini adalah kelebihan serta kekurangan yang dimiliki oleh topologi star.

Kelebihan :

  • Kemudahan saat instalasi. Untuk melakukan instalasi pada topologi star terbilang cukup mudah, kita hanya tinggal menarik kabel dari komputer host ke perangkat pusat. Selain itu kita juga dapat menggunakan jenis kabel twisted pair untuk membuatnya jauh lebih mudah.
  • Fleksibel. Keunggulan lain yang ditawarkan oleh topologi star ialah fleksibilitas yang ditawarkan. Kita dapat dengan mudah menambah atau mengurangi host komputer, tanpa mempengaruhi lalu lintas data pada komputer lainnya. Hal ini yang membuat topologi star cocok untuk diterapkan pada jaringan berskala besar
  • Kemudahan dalam hal troubleshooting. Dengan topologi star kita dapat dengan mudah menentukan perangkat mana yang bermasalah, sebab setiap komputer memiliki jalur koneksinya tersendiri. Selain itu apabila terjadi masalah pada salah satu host maka hal ini tidak akan mempengaruhi lalu lintas data pada jaringan. Hal inilah yang menjadi kelemahan terbesar pada topologi star.

Kekurangan :

  • Ketergantungan kepada perangkat pusat. Salah satu kelemahan dari topologi star adalah ketergantungan host pada perangkat pusat. Jadi apabila perangkat pusat mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan terkena dampaknya, sebab perangkat pusat ini merupakan satu-satunya jalur data yang dimiliki host untuk dapat terhubung ke host lainnya.
  • Biaya yang dibutuhkan cukup besar. Biaya yang dibutuhkan untuk melakukan instalasi topologi star terbilang cukup besar bila dibandingkan dengan topologi bus, sebab pada topologi star setiap host membutuhkan satu buah kabel untuk dapat terhubung ke perangkat pusat. Perangkat pusat juga sebaiknya perangkat yang berkualitas tinggi, sebab kecepatan transmisi data pada jaringan dipengaruhi juga oleh jenis perangkat pusat yang digunakan.

Demikianlah penjelasan yang ada mengenai topologi jarinan star. Dengan segala kelebihan dan juga kekurangannya, topologi star menjadi salah satu dari banyak jenis topologi jaringan yang populer dan banyak digunakan. Semoga dengan adanya artikel ini bisa menjadi referensi kita semua untuk menjadi sebuah rancangan dalam membangun sebuah jaringan komputer.

Related Posts