pengetahuan

Mengenal Lebih Dalam Mengenai Batubara

Tuhan menciptakan bumi beserta isinya, dimana tidak ada yang sia-sia. Semua yang diciptakannya memiliki fungsi dan kegunaanya masing-masing, Mulai dari hasil panen hingga hasil tambangNya. Dan salah satu hasil tambang yang memiliki nilai jual cukup fantastis dan sering dijadikan sebagai mata pencarihan oleh banyak pengusaha adalah batubara.

Mendengar pertambangan batubara pasti bukan kali pertamanya bagi kita semua. Dan kita juga tau bersama bahwa banyak pengusaha batubara yang memiliki nama dan kekayaan yang menakjubkan. Namun taukah kalian apa sebenarnya batubara itu? dan  seperti apa bentukannya, yuk simak ulasan berikut ini.

Pengertian Dan Jenis Batubara Berdasarkan Kualitasnya

Batubara adalah salah-satu hasil bumi yang tidak mengandung logam yang sifatnya hampir sama dengan kayu arang tetapi batubara dapat menghasilkan panas yang sangat besar. Batubara juga dapat disebutkan sebagai hasil dari fosil atau tumbuhan yang terjadi perubahan kimia dari adanya tekanan serta suhu yang tinggi dengan waktu yang lama.

Batubara tersusun dari beberapa campuran seperti hidrokarbon serta oksigen, nitrogen dan juga belerang. Batubara juga mengandung kadar karbon yang kadarnya bisa semakin besar yaitu lignite, bitumen dan antrasit.

Layaknya untuk anda ketahui, batubara memiliki berbagai macam jenis yang berbeda berdasarkan kualitasnya seperti yang tertulis dibawah ini.

1. Lignite atau batubara coklat. Ini adalah jenis batubara yang kualitasnya dikatakan sangat rendah. Batubara jenis ini banyak ditemukan dibeberapa tambang seperti Yunani, Jerman, Polandia, Serbia, Rusia, Amerika Serikat, India, Australia dan beberapa bagian negara Eropa.

Jenis batubara inilah yang paling banyak digunakan untuk dijadikan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga uag atau PLTU. Namun sayangnya, batubara coklat tidak dapat disalurkan pada tempat yang jauh karena memiliki energi yang rendah dan tinggi akan kandungan moisture.

2. Sub-bituminous. Ini hampir sama dengan jenis batubara yang ada diatas dengan warna coklat tetapi lebih dominan berwarna hitam. Ia juga sangat rendah akan kandungan kelembaban dan juga dapat digunakan oleh pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU.

3. Bituminous. Inilah yang disebut-sebut sebagai jenis batubara yang kualitasnya lebih tinggi dari yang lainnya. Secara umum, batubara tersebut berwarna hitam dan ada juga yang warnanya coklat tua tetapi sekarang sangat jarang ditemukan. Mengapa disebut batubara bituminous? Ini dikarenakan batubara tersebut mengandung bitumen atau aspal.

Selain itu, ia juga mengandung banyak karbon antara 60 hingga 80% danm lebihnya lagi mengandung air, udara, hidrogen dan juga sulfur.

4. Anthracite. Lain bituminous lain pula dengan Anthracite. Anthracite dikatakan jenis batubara dengan kualitas yang sangta baik dengan hasil karbor dari 92,1% hingga 98% sehingga warnanya hitam mengkilap. Ia juga sering digunakan pada PLTU karena ia dinggap sebagai batubara berjenis High Grade dan Ultra High Grade. Namun sayangnya Anthracite tidak terlalu banyak hanya berkisar 1% dari keseluruhan tambang batubara.

Daerah yang menghasilkan jenis batu bara seperti ini adalah Cina, Rusia, Ukraina, Korea Utara, Vietnam, Inggris, Australia dan Amerika Serikat.

Proses Pembentukan Batubara

Bagi anda yang mungkin bekerja pada perusahaan penambangan batubara, pasti anda pernah bertanda-tanya bagaimanakah proses pembentukan batubara? Untuk lebih jelasnya, simak saja penjelasan selengkapnya yang ada dibawah ini.

Batubara terbentuk pada saat pembentukan karbon (Carboniferous Period) atau pada jaman batubara pertama yang terjadi 290 hingga 360 juta tahun silam. Setiap kualitas batubara tergantung dari suhu serta tekanan dan berapa lama waktu pembentukan tersebut. Pada awal proses pembentukannya, tumbuhan yang mengendap dikatakan berubah menjadi gambut kemudian berubah lagi menjadi batubara muda atau yang disebut sebagai lignit dan bisa pula disebut batubara coklat.

 

Berdasarkan proses pembentukannya, biasanya terjadi pada dua tahap yang berbeda yang diantaranya adalah tahap biokimia (penggambutan) dan tahap geokimia (pembatubaraan). Yang dimaksudkan dengan tahap penggambutan adalah tumbuhan yang tertimbun dengan kondisi reaksi pelepasan oksigen pada saat pengeringan dan tergenang air dengan kedalaman 0,5 hingga 10 meter.

Lalu tumbuhan yang telah membusuk tersebut dikatakan akan mengeluarkan H, N, O dan C dengan senyawa CO2, H2O dan NH3 kemudian menjadi humus. Setelah itu, bakteri anaerobik dan fungi akan berubah menjadi gambut.

Dan tahap pembatubaraan (coalification) adalah proses yang mengalami penggabungan biologi, kimia dan juga fisika karena adanya pengaruh sedimen serta temperatur, tekanan dan juga waktu. Pada tahap tersebut, akan menyebabkan peningkatan karbon dan hidrogen serta oksigen akan berkurang. Dari proses tersebutlah batubara akan dihasilkan melalui berbagai tingkat kematangan organiknya baik itu lignit, sub bituminus, bituminus, semi antrasit, antrasit hingga meta antrasit.

Untuk lebih singkatnya, pembentukan batubara terjadi seperti apa yang dijelaskan dibawah ini.

1. Pembusukan. Tumbuhan yang telah membusuk akan membuat bakteri anaerob untuk menguraikannya.
2. Pengendapan. Setelah terjadi pembusukan, akan kembali terjadi pengendapan dan biasanya terjadi pada lingkungan yang tidak kering atau berair. Dari adanya endapan tersebut, sehingga akan terjadi pembentukan lapisan gambut.
3. Dekomposisi. Selanjutnya, setelah membentuk lapisan gambut, juga akan terjadi perubahan dari adanya proses biokimia yang berdampak pengeluran air serta hilangnya beberapa unsur karbon seperti karbondioksida, karbonmonoksida dan metana.
4. Geotektonik. Lain dari itu, lapisan gambut juga akan menyatu yang dikarenakan gaya tektonik sehingga terjadinya perlipatan dan patahan. Batubara dikatakan dapat berubah jika mengalami gaya tektonik.
5. Erosi. Bagian ini disebut sebagai proses pengikisan terhadap permukaan batubara karena adanya proses geotektonik.

Teori tempat terbentuknya batubara

Berdasarkan proses pembentukannya seperti yang dijelaskan diatas, dibawah ini akan menjelaskan beberapa teori tempat terbrntuknya batubara.

1. Teori Insitu. Ini adalah teori yang menjelaskan dimana lapisan batubara terbentuk ditempat asal tumbuhan baik itu tumbuhan yang telah mati hingga tumbuhan tersebut tertutupi oleh lapisan sedimen sehingga mengalami proses pembatubaraan. Pembentukan batubara dengan cara ini bisa menjadikan batubara tersebut berkualitas sangat baik

2. Teori Drift. Pada teori ini, batubara terbentuk didaerah yang berbeda dimana tempatnya tumbuhan tersebut hidup dan berkembang. Bagi tumbuhan yang mati akan terangkat oleh air dan akan bertimbun atau bertumpuk pada suatu tempat yang ditutupi oleh batuan sedimen hingga terjadilah proses pembentukan batubara. Bagi batubara yang terbentuk dengan cara tersebut hanya dapat ditemukan pada beberapa tempat serta kualitasnya tidak terlalu baik karena adanya kandungan yang tidak diinginkan terangkut pada saat terjadinya proses pengangkutan dimana tumbuhan itu berasal.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan Batubara

Dalam proses pembentukan batubara, biasanya ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhinya yaitu:

1. Posisi Geoteknik

Ini adalah posisi bukan seperti yang dibayangkan, melainkan posisi yang letaknya dapat dipengaruhi oleh gaya lempeng tektonik. Ini sangat berpengaruh terhadap penyebaran batubara. Apabila cekungan sedimentasi batubara terbentuk semakin dekat dengan posisi kegiatan tektonik, maka batubara yang akan dihasilkan akan semakin berkualitas.

2. Keadaan topografi

Tumbuhan yang tumbuh disuatu tempat dikatakan akan berkembang dengan baik apabila tempat tersebut tercukupi dengan air. Itu disebut sebagai tempat dengan tingkat topografi yang sangat rendah. Apabila banyak tempat dengan topografi yang sangat rendah, maka tempat tersebut akan banyak ditumbuhi tanaman sehingga pembentukan batubara akan semakin banyak pula.

3. Iklim daerah

Dalam setiap pertumbuhan tanaman, salah-satu yang berperan penting didalamnya adalah iklim. Bagi lahan yang tropis, mungkin bisa segala macam tanaman dapat tumbuh dan berkembang karena curah hujan serta adanya matahari sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Maka dari itu, setiap tempat yang beriklim tropis mungkin saja menyimpan banyak batubara didalamnya. Lain pula pada daerah beriklim subtropis yang kemungkinan tidak terlalu banyak menyimpan batubara.

4. Proses penurunan cekungan sedimen

Alam menghasilkan cekungan sedimen yang dinamis. Ini artinya setiap dasar cekungan akan mengakibatkan proses penurunan serta pengangkatan. Apabila semakin sering cekungan sedimentasi mengalami proses penurunan, maka hasil batubara yang terbentuk semakin tebal.

5. Umur geologi

Pada awalnya, adanya tumbuhan dikarenakan adanya karbon sekitar kurang lebih 350 juta tahun yang silam. Ini seiring dengan terjadinya proses tektonik, tempat dimana tumbuhnya tanaman mengalami penggabungan proses biologi, kimia dan juga fisika yang sangat lama sehingga batubara yang dihasilkan bermutu sangat baik. Pada faktor ini batubara banyak ditemukan dibagian utara seperti Amerika Utara dan Eropa

6. Jenis tembu-tumbuhan

Setiap batubara yang berasal dari tumbuhan keras hasilnya sangat baik jika dibandingkan dengan batubara yang berasal dari tanaman semak yang umurnya tidak panjang. Apabila umur tumbuhan semakin tua dan mengalami gabungan proses biologi, kimia dan fisika, maka batubara yang dihasilkan juga kualitasnya diakui.

7. Proses dekomposisi

Pada saat pembentukan batubara terjadi, akan terjadi perubahan secara fisika maupun kimia pada setiap sisa tumbuhan. Apabila tumbuhan tersebut mati, maka akan terjadi proses pembusukan dari adanya bakteri anaerobic. Untuk menghancurkan tumbuhan, bakteri akan bekerja tanpa adanya oksigen.

8. Sejarah setelah pengendapan

Apabila cekungan sedimentsi posisinya semakin dekat terhadap posisi geoteknik, maka akan berdampak pada perkembangan batubara. Dari proses tersebut, proses geokimia dan metamorfosis sangat berperan dalam mengubah gambut menjadi batubara.

9. Metamorfosa organic

Tekanan dan waktu sangat berperan penting dalam meningkatkan mutu atau kualitas dari batubara tersebut. Lapisan sedimen dapat mengkibatkan tekanan karena adanya tektonik. Jika mengalami perkembangan dan perubahan warna hingga terbentuk batubara, maka hasil batubara yang diperoleh adalah batubara yang bermutu.

Komposisi Kimia Batubara

Batubara yang juga dianggap sebagai bahan bakar dari fosil terbentuk dari endapan organik atau sisa tumbuhan hingga pada akhirnya membentuk batubara. Batubara terdiri dari banyak unsur seperti karbon, hidrogen dan oksigen.

Secara kimia, batubara juga terdiri dari 3 komponen seperti yang disebutkan dibawah ini.

1. Moisture atau air yang terikat secara kimia.
2. coal subtance atau coal matter.
3. Zat mineral atau Minera Matter.

Batubara juga memiliki beberapa material yang dikatakan sangat erat kaitannya dalam pembentukan batubara seperti:

1. Combustible Material. Ini adalah salah-satu meterial yang berhububungan dalam pembentukan batubara dimana material tersebut bisa terbakar. Material yang satu ini juga terdiri dari beberapa macam yaitu:

  • Karbon padat
  • Senyawa hidrokarbon
  • Senyawa nitrogen dan beberapa senyawa lainnya dalam jumlah kecil.

2. Non Combustible Material. Ini merupakan material yang kebalikan dari material diatas atau material yang tidak bisa terbakar. Material juga terdiri dari beberapa macam senyawa anorganik seperti Si02, A1203, Fe203, Ti02, Mn304, CaO, MgO, Na20, K20, dan senyawa logam lainnya dalam jumlah yang kecil.

Hampir semua batubara yang dikenal terbentuk atau berasal dari tumbuhan. Jika berbicara mengenai tumbuhan pembentuk batubara, ada beberapa jenis tumbuhan yang sangat berpengaruh penting dari proses pembentukan batubara seperti:

  • Alga. Pada masa pre-kambrium, ordovisium serta bersel tunggal, endapan batubara dikatakan sangat sedikit dari jenis tumbuhan yang satu ini.
  • Silofita. Ini sama halnya dengan alga yang juga memiliki sedikit endapan batubara.
  • Pteridofita. Ini adalah salah-satu jenis yang juga tergolong dalam pembentukan batubara. Ini juga disebut jenis tumbuhan tanpa adanya bungan dan biji yang dapat berkembang pada suhu yang hanagt atau panas.
  • Gimnospermae. Ini adalah jenis tumbuhan dimana bijinya yang berada pada bagian dalam buah seperti tumbuhan yang mengandung getah.
  • Angiospermae. Dianggap sebagai jenis tumbuhan dimana bijinya ada pada bagian dalam buah. Tumbuhan jantan dan betina ada pada satu bunga. Tumbuhan ini juga tidak memiliki getah.

Sifat-Sifat Batubara

Penting untuk anda ketahui, betubara memiliki berbagai macam sifat. Dan sifat batubara yang diantaranya adalah sebagai berikut.

A. Sifat Umum

Batubara memiliki sifat yang berbeda-beda berdasarkan jenisnya.

  • Jenis batubara antrasit memiliki sifat dengan warna hitam dan terlihat mengkilat, sangat tinggi akan kalor dan juga karbon, kandungan air yang tidak terlalu banyak serta sulfurnya yang sangat sedikit.
  • Jenis batubara Subitumine memiliki warna hitam dan juga mengkilat, tinggi akan nilai kalor dan juga karbon, sedikitnya kandungan air dan begitu juga dengan sulfur.
  • Jenis batubara Lignit ( brown coal) dikatakan memililiki warna yang hitam serta dengan sifatnya yang rapuh, rendahnya kalor dan karvbon, banyak mengandung air dan sulfur yang tidak bisa dibilang sedikit.

B. Sifat Fisika

Batubara yang terikat dengan sifat fisika berdasarkan unsur kimia seperti yang ada dibawah ini dikatakan saling berhubungan antar satu dengan yang lainnya.

  • Berat jenis, pada setiap batubara tergantung pada peningkatan batubaranya. Jika batubara tersebut semakin tua, maka beratnya akan semakin bertambah.
  • Goresan, secara umum batubara memiliki warna seperti coklat tua hingga hitam.  Umumnya, batubara juga dikatakan terdiri dari goresan coklat dan hitam.
  • Pecahan, Batubara berbentuk seperti pecahan-pecahan. Jenis batubara antrasit terdiri dari pecahan kongkoidal. Serta batubara dengan zat yang tinggi biasanya membentuk persegi.
  • Kekerasan, Batubara yang keras dan sebaliknya tergamntung pada komposisi batubaranya. Jika batubara semakin tua, maka ia akan semakin keras.
  • Warna. Batubara memiliki 2 jenis warna yang diantaranya adalah cerah ( vitrain) dan gelap ( fusain ). Dan pada batubara yang masih muda berwarna coklat dan batubara yang sudah tua dikatakan berwarna hitam.

C. Sifat kimia

Batubara juga mempunyai sifat kimia yang ada hubungannya dengan senyawa penyusunan batubara seperti senyawa organik maupun senyawa anorganik. Gambaran dari batubara dengan sifat kimia adalah sebagai berikut ini.

  • Karbon. Batubara yang mengandung karbon akan meningkat tergantung peningkatannya. Karbon akan bertambah dari 60% hingga 100%. Batubara yang terdiri dari unsur karbon sangat berperan penting dalam menyebabkan panas.
  • Hidrogen. Batubara juga terdiri dari hidrogen akan secara perlahan habis karena adanya evolusi metana. Hidrogen yang ada pada batubara lignit sekitar 5% hingga 6% dan 4,5% hingga 5,5% pada batubara berbitumin dan 3% – 3,5% pada jenis batubara antrasit.
  • Oksigen. Selayaknya dengan hidrogen dimana kandungan oksigen yang ada pada batubara kan berkurang karena adanya perubahan kematangan pada batubara. Dan pada jenis batubara lignit kandungan oksigennya hanya mencapai 20%, batubara berbitumin 4% hingga 10% dan pada antrasit hanya mencapai 1,5% hingga 2%.
  • Nitrogen. Pada batubara, hampir keseluruhan nitrogen berasal dari protein tanaman. Batubara britumin terdiri lebih banyak nitrogen dibandingkan dengan yang lainnya.
  • Sulfur. Pada umumnya tidak terlalu banyak sulfur yang terdapat pada batubara yang berasal dari protein tanaman. Sulfur pada batubara hanya mencapai 4% bahkan bisa lebih dari itu.

Batubara adalah salah-satu hasil bumi yang tidak mengandung logam yang sifatnya hampir sama dengan kayu arang tetapi batubara dapat menghasilkan panas yang sangat besar. Batubara juga dapat disebutkan sebagai hasil dari fosil atau tumbuhan yang terjadi perubahan kimia dari adanya tekanan serta suhu yang tinggi dengan waktu yang lama.

Batubara tersusun dari beberapa campuran seperti hidrokarbon serta oksigen, nitrogen dan juga belerang. Batubara juga mengandung kadar karbon yang kadarnya bisa semakin besar yaitu lignite, bitumen dan antrasit. Batubara yang juga dianggap sebagai bahan bakar dari fosil terbentuk dari endapan organik atau sisa tumbuhan hingga pada akhirnya membentuk batubara.

Itulah penjelasan mengenai batubara yang mungkin belum anda ketahui. Untuk itu semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda.

Related Posts