pengetahuan

Dikira Pesawat Alien, Berikut Fakta Menarik `Oumuamua Yang Perlu Anda Ketahui

Bulan Oktober 2017 lalu, dunia astronom dibuat geger dengan ditemukannya sebuah benda langit yang sangat istimewa. Sempat dikira komet atau asteroid biasa, namun saat diamati lagi, para ilmuwan tersebut akhirnya menyimpulkan bahwa benda tersebut adalah sebuah asteroid antarbintang.

Apa Itu Asteroid Antarbintang? Pertanyaan inikan yang pasti sedang anda pikirkan atau sedang berputar-putar di dalam benak anda?

Itu adalah sebuah sebutan untuk objek yang berasal dari ruang antarbintang, atau dengan kata lain objek tersebut tidak berasal dari tata surya. Objek antarbintang pertama yang terdeteksi di Tata Surya adalah asteroid A/2017 U1, yang ditemukan tahun lalu, tepatnya pada tanggal 18 Oktober 2017 dan telah terkonfirmasi sebagai objek antarbintang.

Sanking uniknya penemuan ini, para ilmuwan, badan antarikasa berbagai negara dan para pengamat teleskop baik di Bumi maupun di orbit, langsung banting setir dan mengarahkan mata mereka ke objek unik yang satu ini. Apakah sebenarnya keistimewaan objek antarbintang itu? Mengapa banyak ilmuwan yang sangat tertarik untuk mengamatinya?

Baru-baru ini, beberapa ilmuwan menemukan sesuatu yang mengejutkan yang masih ada hubungannya dengan asteroid antarbintang yang diketahui sebagai yang pertama yang berhasil memasuki tata surya, yang bernama `Oumuamua. Apakah sebelumnya anda pernah mendengar nama ini?

Kabar mengejutkan yang didapat dari objek luar angkasa ini adalah inforfasi tentang penemuan adanya tanda-tanda keberadaan alien di sana. Benarkan alien itu nyata? Benarkan ada alien di asteroid `Oumuamua ini? Wah, makin penasarankan anda?

Benarkah Asteroid `Oumuamua Itu Pesawat Alien?

Sampai dengan saat ini, keberadaan alien masih menjadi sebuah misteri atau tanda tanya besar untuk masyarakat Bumi. Berbagai asumsi pun mulai bermunculan terkait dengan alien tersebut.

Benarkah alien tersebut memang ada? Ataukah mereka hanya ada di dalam khayalan manusia saja? Kalau memang mereka nyata, dimana sebenarnya mereka berada?

Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lain tentang alien ini yang masih belum bisa dipecahkan dan mungkin hanya akan selalu menjadi misteri.

Mungkinkah mereka benar-benar nyata dan pernah ditemukan oleh NASA, akan tetapi mereka tidak ingin mempublikasikan kebenarannya? Hal semacam inilah yang semakin membuat orang-orang menjadi sangat penasaran dan sangat ingin mengetahui kebenarannya.

Beberapa waktu yang lalu, berbagai penemuan yang menjadi pertanda keberadaan alien ini telah berhasil ditemukan dan sebagian besarnya sedang melalui tahap atau proses penelitian untuk mendapatkan kepastian yang sebenar-benarnya. Salah satu penemuan terbaru yang dicurigai sebagai tanda dari keberadaan alien tersebut adalah asteroid `Oumuamua.

Ketika para astronom melihat asteroid berbentuk cerutu aneh ini melayang di langit di awal tahun ini, mereka segera mengajukan tawaran untuk mencari tahu apakah asteroid tersebut adalah pesawat alien atau tidak.

Dan sekarang, hasil terbaru dari pemindaian tanda-tanda bahwa Asteroid `Oumuamua dibangun oleh peradaban luar angkasa pun telah dibebaskan. Benda aneh yang memiliki ukuran dua kali lebih besar dari gedung pencakar langit Gherkin ini membentang hingga sekitar 400 meter dan merupakan batu ruang angkasa pertama yang diamati di Tata Surya.

Awalnya, penemuannya memicu klaim bahwa itu bisa menjadi pesawat pengintai alien, yang akhirnya memperbesar galaksi dalam misi untuk mencari kehidupan dan peradaban kita. Sayangnya, teori ini tak berhasil dibuktikan karena batu itu tampaknya jatuh dari ruang angkasa, yang berarti itu berasal dari alam.

Pada awal tahun ini, Avi Loeb, yaitu seorang astrofisikawan dari Harvard University berpikir tentang adanya peluang kecil bahwa asteroid akhirnya dapat mengungkapkan apakah terdapat manusia lain selain yang ada di Bumi, yang tinggal di alam semesta yang begitu luas ini.

“Mungkin alien-alien ini bergerak sangat cepat dengan menggunakan pesawat ruang angkasa yang bebas jatuh ke sistem planet pada misi pengintaian,” kata Loeb kepada Scientific American. “Dalam kasus seperti itu, kita mungkin dapat mencegat sinyal komunikasi antara pesawat ruang angkasa yang berbeda.

Namun, para pemburu UFO sepertinya akan kecewa dengan sepotong penelitian baru dari tim ilmuwan yang memeriksa asteroid tersebut dengan menggunakan Murchison Widefield Array, yaitu sebuah teleskop yang ada di Australia Barat.

Beberapa waktu yang lalu, mereka telah memeriksa sinyal dan transmisi yang dapat membuktikan bahwa itu adalah pesawat luar angkasa asing. Tapi sayangnya, tidak ada yang mereka temukan di sana.

Setelah selesai melakukan proses pengamatan pada asteroid luar angkasa yang sangat besar tersebut, para peneliti kemudian menulis sebuah pernyataan yang menggambarkan atau menjelaskan apa yang telah mereka dapat dari penelitian dan pengamatan yang telah mereka lakukan.

Mereka menulis bahwasannya sangat tidak mungkin `Oumuamua menjadi pesawat luar angkasa alien atau yang lebih dikenal sebagai UFO, mengingat beberapa karakteristik orbital dan morfologinya yang tidak biasa.

Dan untuk memastikannya, mereka mencoba memeriksa apakah mungkin di sana ada kehidupan. Tapi ternyata mereka tidak menemukan adanya sinyal seperti itu di sana.

Di dalam makalah yang diterbitkan pada Arxiv, penulis melanjutkan penjelasan tentang hasil penelitian mereka, yaitu penjelasan untuk asal dari Oumuamua itu sendiri. Menurut mereka, `Oumuamua adalah fragmen komet yang telah kehilangan banyak air permukaannya, karena bombardir oleh sinar kosmik selama perjalanan panjangnya melalui ruang antarbintang.

Namun, jika peradaban lain benar-benar ada di tempat lain di Galaksi kita, maka sepertinya layak untuk berspekulasi bahwa mereka dapat mengembangkan kemampuan untuk meluncurkan pesawat ruang angkasa melalui jarak antarbintang dan bahwa pesawat ruang angkasa ini dapat menggunakan gelombang radio untuk berkomunikasi.

Jadi, setelah membaca penjelasan di atas, apa yang bisa anda simpulkan dari semua ini? Anda pasti sudah tahu kan jawabannya? Yang pasti, hasil penelitian telah menunjukkan bahwa tidak ada bukti yang bisa memastikan adanya kehidupan lain di dalam ateroid yang bernama `Oumuamua ini.

Setelah anda mengetahui fakta yang sudah kami jelaskan di atas, tidak penasarankah anda dengan Asteroid ini? Kalau anda merasa penasaran dan ingin mengenalnya, kami bisa memberikan informasi yang anda butuhkan. Supaya anda tidak menunggu lama lagi, yuk langsung saja baca informasinya di bawah ini.

Mengenal Objek Antarbintang `Oumuamua

Bisakah anda menyebutkan nama objek antarbintang ini? “`Oumuamua“. Sepertinya lumayan sulit ya kan menyebutkannya? Tapi ya memang itulah namanya. Kita tidak mungkin bisa mengganti namanya begitu saja. Kalau dibaca berulang-ulang, nama asteroid ini cukup lucu dan unik juga, kok. Bagaimana menurut anda?

Objek `Oumuamua yang berhasil ditemukan oleh para peneliti ini ternyata merupakan objek astronomi pertama yang berhasil memasuki Tata Surya dari ruang antarbintang.

Segera setelah objek tersebut ditemukan oleh tim survei Pan STARRS 1 atau Panoramic Survei Telescope and Rapid Response System, mereka langsung menamai asteroid tersebut dengan 1I/2017 U1atau dibaca `Oumuamua.

Nama objek luar angkasa yang datang ke dalam Tata Surya itu diambil dari bahasa Hawaii, yang jika diartikan akan memiliki arti “pembawa pesan dari jauh yang datang pertama kali“. Pemberian nama ini benar-benar didasarkan pada kenyataan yang ada.

Eits, selain pemberian namanya yang tidak boleh asal-asalan, perlu dicatat di sini bahwa penulisan nama asteroid tersebut pun memiliki aturan sendiri. Itu berarti anda tidak boleh sesuka hati menulisnya.

Berdasarkan informasi yang kami terima, saat penulisan namanya haruslah dimulai dengan tanda baca atau tanda petik (‘), yang merupakan tanda pengucapan yang disebut Okina.

Tanda-tanda pengucapan ini sering ditemui di dalam bahasa-bahasa di wilayah Polinesia, sebuah kepulauan yang tersebar di Samudera Pasifik tengah dan selatan.

Selama tiga minggu berikutnya sejak ia ditemukan, objek tersebut pada akhirnya diklasifikasikan sebagai bagian dari komet, yang dalam jangka panjang selanjutnya disebut sebagai asteroid. Bukan asteroid biasa, `Oumuamua ini adalah asteroid yang pertama dari kelas baru di objek antarbintang.

Segera setelah lintasan sejati `Oumuamua dikonfirmasi, semua teleskop yang tersedia digunakan untuk mempelajarinya secepat mungkin, karena benda tersebut dapat bergerak menjauh dari Bumi dengan kecepatan yang sangat tinggi. Kalau objek `Oumuamua ini menjauh, maka akan sangat sulit untuk diamati oleh para peneliti.

`Oumuamua sebenarnya telah ditemukan di luar dari Tata Surya kita, sampai akhirnya benda ini melewati Bumi dan akhirnya bisa terlihat di langit pada malam hari (ketika berada di sisi yang sama dengan matahari, itu tidak terlihat).

Dan di akhir Januari 2018 kemarin, `Oumuamua terlalu lemah untuk dilihat bahkan melalui teleskop terbesar yang ada di Bumi sekalipun, tetapi bagaimana pun juga Dia telah memberi kita beberapa informasi penting yang langka tentang benda-benda langit unik lainnya yang bisa ditemukan di Tata Surya ataupun di luarnya.

Hal-Hal Menarik Tentang `Oumuamua

Sesaat ketika para ilmuwan berhasil meneliti benda ini, mereka berhasil mendapatkan 3 hal mengejutkan terkait dengan`Oumuamua tersebut.

Tentu saja hal ini sangat berharga bagi mereka, karena pengetahuan yang didapat dari asteroid tersebut bisa menjadi pengetahuan baru untuk mereka, sekaligus memberikan kesempatan kepada kita untuk mengetahui adanya kemungkinan kehidupan lain selain Bumi di luar angkasa sana.

Sebelum anda semakin penasaran dengan `Oumuamua ini, langsung saja, berikut ini adalah beberapa fakta yang tidak terduga dari `Oumuamua yang perlu anda ketahui, yaitu:

1. Kejutan pertama : Sebuah fakta yang berhasil membuktikan bahwa`Oumuamua ternyata bukanlah sebuah komet, seperti yang banyak diperkirakan oleh para peneliti sebelum-sebelumnya. `Oumuamua awalnya diklasifikasikan sebagai komet karena memiliki ekor cahaya atau coma.

Benda ini tak bisa diklasifikasikan sebagai bintang, karena benda antarbintang tersebut tidak memiliki karakteristik sebagai bintang yang memiliki dan bisa memancarkan cahaya sendiri, makanya asteroid ini awalnya dikira komet.

Jagat raya dimana Bumi kita ini berada telah mengeluarkan banyak sekali jumlah komet (dan lebih sedikit asteroid) ke ruang antarbintang selama proses pembentukan Tata Surya.

Hal ini bisa diketahui karena para ilmuwan telah mendapati beberapa dari mereka tidak hilang, tetapi “terjebak” di awan bernama Oort, yaitu segerombolan komet raksasa yang mengorbit Matahari pada jarak yang sangat jauh.

Ditambah lagi dengan adanya fakta yang mengatakan bahwa komet lebih mudah dilihat daripada asteroid untuk ukuran yang sama yang diukur dari intinya, dengan demikian tak salah jika orang-orang dulu menyebut benda langit antarbintang ini sebagai komet.

Dan untungnya, setelah melalui beberapa proses pengamatan ulang, akhirnya pernyataan tersebut bisa ditepis dan kini `Oumuamua tak lagi dikenal sebagai komet, melainkan asteroid.

Dikombinasikan dengan fakta bahwa komet lebih mudah dilihat daripada asteroid untuk ukuran yang sama dari inti (komet yang dikenal di jaman dahulu dan asteroid hanya ditemukan pada abad ke-19), kami mengharapkan pengunjung antarbintang pertama untuk menjadi komet, tapi kami salah.

2. Kejutan kedua : `Oumuamua berbentuk seperti cerutu, dengan ukuran panjang sekitar ¼ mil (400 meter) dan lebar sekitar 40 meter. Perbandingan panjang dan lebarnya (aspect ratio) adalah 10:1, jauh lebih besar daripada benda lonjong yang pernah ditemukan oleh ilmuwan, yang umumnya memiliki perbandingan sebesar 5:1.

Bentuk ini cukup memusingkan para ilmuwan, karena mereka bertanya-tanya bagaimana bisa `Oumuamua tersebut dapat mempertahankan bentuk lonjongnya selama ratusan ribu bahkan jutaan tahun dalam perjalanannya.

Mereka menduga bahwa sistem keplanetan tempat asteroid ini berasal memiliki kondisi lingkungan yang memungkinkan terbentuknya asteroid dengan bentuk yang tidak biasa seperti ini. Sedangkan untuk di kawasan Tata Surya sendiri, rasanya bentuk seperti ini tidak mungkin bisa terjadi atau terbentuk.

3. Kejutan ketiga adalah fakta bahwa `Oumuamua melakukan gerakan berputar tanpa kendali. Mula-mula diketahui bahwa`Oumaumua memiliki periode putaran selama 7 atau 8 jam. Akan tetapi, pengukuran yang lainnya tak menunjukkan hal yang serupa.

Dan setelah dilakukan penelitian yang lebih lanjut, ternyata gerakan yang dilakukan oleh asteroid `Oumaumua ini memang tidak teratur. Benda antarbintang ini tampaknya melakukan gerakan jatuh yang kompleks, yang menunjukkan pandangan yang berbeda dari tubuhnya pada waktu yang berbeda.

Seperti yang kita ketahui, beberapa asteroid yang berada di dalam Tata Surya kita kemungkinan besar akan jatuh, tetapi sebagian besarnya tidak seperti itu.

Peneliti berpikir bahwa ini disebabkan karena gerakan internal material di dalam asteroid (yang sering hanya tumpukan batu dan pasir yang secara longgar dipegang bersama oleh gravitasi) yang meredam jatuh yang relatif cepat (secara astronomis), sehingga hanya menyisakan asteroid yang menderita tabrakan baru-baru ini sebagai tumblers.

`Oumuamua menghabiskan jutaan tahun dalam kehampaan antarbintang, bisa jadi itulah yang meredam kejatuhannya. Akan tetapi sayangnya hal yang terjadi tak tampak seperti itu. Ini membuat para ilmuwan planet menyimpulkan bahwa `Oumuamua kemungkinan sepotong batu atau logam yang solid, tanpa struktur internal atau kehilangan material.

Lantas, mengapa `Oumuamua bisa seperti itu? Tidakkah anda penasaran dengan hal itu? Tapi meskipun anda mengatakan bahwa anda sangat penasaran untuk mengetahui hal tersebut, kami pun tak bisa memberikan penjelasan atau jawaban pastinya, karena para ilmuwan pun belum bisa menjelaskannya.

Tapi kelihatannya para peneliti memiliki pendapat atau pemikiran sendiri tentang hal ini. Salah satu hipotesis tersebut mengatakan bahwa `Oumuamua adalah bagian dari planet yang dihancurkan oleh pasang surut ketika ia lewat dekat dengan bintang katai merah dalam sistem biner. Benarkah benda ini adalah sebuah planet?

Idenya adalah bahwa planet ini terbentuk di sekitar pendamping kurcaci merah. Tapi karena orbitnya tidak stabil, planet itu akhirnya berayun melewati kurcaci merah, yang pada akhirnya akan dilemparkan ke ruang antarbintang. Bintang katai merah bisa sangat padat, beberapa dari mereka memiliki ukuran seperti planet Jupiter, tetapi dengan massa seratus kali lebih besar.

Hal ini membuat ombak di sana terasa sangat kuat dan pasang surut yang terjadi dapat mengganggu benda langit lain yang datang dengan jarak yang terlalu dekat (seperti Jupiter yang mengacaukan komet Shoemaker-Levy 9 pada tahun 1994).

Jika sebuah planet dapat robek menjadi triliunan fragmen yang kemudian dikeluarkan ke ruang antarbintang, itu berarti peristiwa atau bencana seperti itu bisa menghasilkan objek antarbintang yang jauh lebih banyak dari sekumpulan komet dan asteroid biasa yang dihancurkan oleh planet-planet yang ada di luar angkasa.

Jadi apa yang harus lakukan oleh para ilmuwan sekarang ini untuk mengetahui banyak hal tentang `Oumuamua ini?

Dari informasi yang kami terima, mereka sedang menunggu lebih banyak benda antarbintang yang lainnya untuk melihat seperti apa bentuknya yang sebenarnya.

Dan kabar baiknya adalah mereka mungkin tidak perlu menunggu terlalu lama untuk melakukan hal tersebut, karena sebuah teleskop baru, yang dikenal sebagai Large Synoptic Survey Telescope (LSST) sedang dalam tahap pembangunan di Chile, dan kabarnya akan beroperasi pada tahun 2022.

Teleskop ini mungkin bisa membantu para ilmuwan dan akan memberikan informasi yang jauh lebih banyak lagi dikedepannya terkait dengan benda-benda langit, terutama untuk benda antarbintang yang bernama `Oumuamua.

LSST ini akan menjadi teleskop robot yang akan mengambil pemindaian lengkap dari seluruh langit ke objek yang sangat redup setiap tiga hari sekali, jadi itu akan benar-benar menangkap apa pun yang bergerak di luar angkasa. Jika `Oumuamua bukanlah sebuah kebetulan semata, maka LSST harusnya bisa mendeteksi sekitar satu objek tersebut setiap tahun.

Untuk saat ini, `Oumuamua adalah yang pertama dan hampir pasti tidak akan menjadi pengunjung antarbintang terakhir yang telah ditemukan oleh para ilmuwan. Tapi meskipun demikian, mereka tetap khawatir dan penasaran dengan beda langit lain yang mungkin akan mampir dan memperlihatkan wujud mereka pada teleskop ini.

Menarik sekali bukan? Kalau saja anda diizinkan melihat benda-benda unik dan misterius ini dengan menggunakan teleskop luar biasa tersebut, bagaimana perasaan anda? Pasti itu yang sedang anda pikirkan saat ini bukan?

Baiklah, sampai di sini dulu penjelasan yang bisa kami sampaikan, semoga informasi ini bisa semakin menambah wawasan anda tentang objek-objek misterius yang ada di jagat raya ataupun di galaksi kita ini.

Related Posts