culture

Rayakan Tahun Baru, Masyarakat Thailand Perang Air Selama 3 Hari

Thailand, ketika mendengar nama negara ini, apa yang akan langsung terlintas dalam benak atau pikiran anda? Mungkin ada yang akan mengidentikkan negara ini dengan wanita-wanita cantiknya, bahasanya yang unik, atau barang-barang di sana yang super murah dan lain sebagainya. Anda yang pernah berlibur, berkunjung ataupun menghabiskan waktu di tempat ini pasti akan memiliki kenangan tersendiri.

Selain beberapa hal yang kami sebutkan tadi, hal unik lainnya yang dimiliki oleh Thailand adalah kebudayaannya yang begitu kental dengan tradisi-tradisi atau berbagai festival rakyat.

Negara tetangga Indonesia ini memang tidak pernah henti-hentinya untuk menunjukan keunikan dari tradisi yang mereka miliki. Memang mungkin sebagian dari kalian sudah sangat familiar dengan beberapa festival seru yang diselenggarakan di Thailand ini. Tetapi pasti banyak juga dari kalian yang tidak mengetahuinya.

Memasuki tahun baru, biasanya Thailand akan merayakan sebuah festival tradisional unik. Festival Songkran (perang air), itulah nama yang mereka berikan untuk sebutan atau nama festival perayaan tahun baru khas Thailand tersebut. Apakah anda pernah mengikuti festival ini selama anda berada di negara Gajah Putih ini?

Thailand merupakan sebuah negara yang memiliki budaya menarik dan beragam sesuai dengan gaya hidup dan orientasi geografis dan lingkungannya yang beragam. Warga Thailand beruntung memiliki kebiasaan dan tradisi yang unik ini untuk dirayakan pada bulan-bulan tertentu.

Misalnya saja pada bulan April, dimana mereka akan merayakan tradisi songkran, yang dikenal sebagai Tahun Baru Tradisional Thailand. Biasanya kalau sudah berhubungan dengan perayaan tahun baru, masyarakat akan sangat antusias menyambutnya. Begitu pula dengan yang terjadi di Thailand.

Songkran sendiri memiliki arti tersendiri bagi masyarakatnya, dimana ini dianggap atau diyakini sebagai sebuah perayaan yang mencakup niat baik, cinta, kasih sayang dan ucapan terima kasih, dengan menggunakan air sebagai sarana untuk mengekspresikannya. Selain Thailand, negara-negara lain seperti China Selatan, Myanmar, Laos dan Kamboja juga ikut serta dalam perayaan perang air tersebut.

Kata songkran ini sebenarnya berasal dari bahasa Sansekerta yang memiliki arti bergerak atau melangkah maju. Perayaan tersebut biasanya tidak dirayakan dalam sehari, melainkan bisa sampai berhari-hari lamanya.

Hari pertama Songkran biasanya dilaksanakan ketika matahari bergerak dari Pisces ke Aries, yang menandai datangnya Hari Tahun Baru menurut kalender matahari Brahmana.

Nah, jika anda belum tahu persis apa itu Festival Songkran dan seluk-beluknya, ada baiknya anda membaca artikel ini untuk mencari tahu semua pertanyaan yang terlintas  dipikiran anda. Tanpa berlama-lama lagi, langsung saja kita simak ulasannya di bawah ini.

Cerita Dibalik Festival Songkran

Pada Awalnya, dahulu kala ada setan yang sangat kejam, yang tinggal di sebuah Kampung XishuangbannaEtnis Dai” yang pada saat itu memiliki tanah yang subur. Si Iblis ini sangat kuat dan memiliki ilmu mistik yang sangat hebat. Suatu ketika, si iblis menculik tujuh orang gadis desa yang cantik untuk dijadikan sebagai istrinya.

Nggak tanggung-tanggung, dalam satu waktu yang sama, iblis tersebut bisa mempersunting 7 orang wanita sekaligus. Karena diculik dengan paksa, wanita-wanita itu merasa kesal dan benci terhadap iblis alias setan itu, sehingga mereka bertujuh pun akhirnya mencoba untuk membuat atau merencanakan siasat agar bisa membunuh setan itu.

Tepat pada bulan Purnama, ke-7 istri setan itu mulai menjalankan siasatnya dan akhirnya, istri paling muda yang bernama “Nong Xiang” memulai rencana mereka dengan menyiapkan makanan paling lezat, yang disukai oleh setan dan ada juga minuman angur dibawanya.

Waktu makanpun dimulai. Sang istri termuda sebagai pelayan istri setan itu terus-menerus mengisi cangkir si Iblis, sampai akhirnya diapun mabuk berat dan memberitahukan kelemahan yang dimilikinya agar dia bisa dibunuh.

Setelah ke tujuh gadis itu mengetahui kelemahan suami mereka yang jahat itu, mereka pun mulai melanjutkan misi mereka untuk menghabisinya. Karena pada saat itu si setan tersebut dalam kondisi mabuk berat, Dia pun tidak tahu apa yang telah dikatakannya. Dia tidak sadar kalau kelemahannya kini telah diketahui oleh para isteri.

Hal ini tentu saja menjadi sebuah keuntungan untuk para isteri. Mereka pun mulai melilitkan pagar berduri dileher si iblis dan seketika kepalanya pun langsung terpenggal dan jatuh, yang kemudian berubah menjadi 20 bola api. Namun sayangnya, hal mengejutkan pun terjadi. Walaupun kepala si Iblis telah terpisah dari tubuhnya, namun hebatnya si iblis tidak langsung mati.

Bola-bola api tersebut akhirnya bergelindingan kemana-mana, sehingga api pun mulai menyebar ke sekeliling mereka, serta menyebabkan rumah bambu tempat mereka tinggal terbakar dan tanaman-tanaman menjadi kering karena tersentuh api itu.

Untuk mematikan api tersebut, Nong Xiang menangkap dan memegang kepala si iblis tadi, sementara enam orang lainnya terus-menerus menimbah air dan menyiramnya. Dan akhirnya semua bola api itupun bisa padam dan benar-benar mati.

Begitulah cerita fiksi ringkas yang dipercaya oleh masyarakat Thailand yang akhirnya menciptakan tradisi ini. Cerita Fiksi Dari Penduduk Dai tersebut masih dipakai dan dipercaya sampai dengan sekarang dan mereka menganggapnya sebagai hari besar tradisional, yang dikenal dengan sebutan Songkran Festival.

Sekarang, festival ini digunakan tidak hanya untuk bersenang-senang. Festival ini juga penuh dengan acara spiritual dan energi sejarah yang melatar belakangi cikal bakal Songkran ini pun sama sekali tak pudar.

Pada pagi hari saat perayaan ini berlangsung, masyarakat Thailand akan pergi mengunjungi kuil-kuil vihara untuk melakukan sembahyang penghormatan Budha, membersihkan kuil dan juga memberikan makanan kepada para biksu.

Di sekolah-sekolah atau perguruan tinggi, para siswa atau mahasiswa juga merayakannya dengan ikut menghormati para “Ajarn” sebutan untuk “dosen” di sana, meminta maaf dan mendengarkan segala nasihat yang diberikan.

Pokoknya, momen ini diciptakan untuk berbuat baik dengan sesama dan saling memberi maaf. Orang Thailand percaya bahwa Songkran ini adalah hari pembersihan diri dari segala kesalahan di masa lalu dan pertanda kalau mereka sedang memulai kehidupan baru dengan menghilangkan segala pikiran negatif dan tindakan yang kurang baik yang pernah dilakukan.

Penggunaan air di Festival Songkran ini dianggap bisa membersihkan diri dari ketidakberuntungan, layaknya hakikat penggunaan air untuk mandi yang memang difungsikan untuk membersihkan tubuh.

Air adalah elemen penting dalam Festival Songkran tersebut, terutama di masa-masa seperti saat ini, ketika pelemparan air telah menjadi bagian besar dari perayaan tahunan. Jika anda mengunjungi Thailand bertepatan dengan perayaan Songkran, jangan kaget atau marah jika ada yang menyiram-nyiram anda dengan air ktika anda sedang lewat.

Kerumunan orang umumnya akan berkeliaran sambil melemparkan air yang diisi ke dalam ember, ataupun dengan menggunakan pistol air dan biasanya akan menyiram dan membasahi siapa pun yang berada di sekitar mereka. Bukankah ini sangat mengasyikkan? Kebanyakan orang biasanya tak akan menolak saat diajak untuk bermain air. Bukankah begitu?

Umat ​​Buddha juga akan mengunjungi kuil dimana perayaan Songkran dirayakan. Pada saai itu, mereka akan menuangkan air ke patung Buddha dan di tangan para bhikkhu Buddha sebagai tanda penghormatan.

Kapan Festival Songkran Berlangsung?

Baiklah, berbicara tentang Festival Songkran, ini merupakan salah satu event spesial yang rutin diadakan oleh negeri Gajah Putih tersebut. Disana, festival ini lebih dikenal sebagai “Perayaan Tahun Baru Thailand“.

Acara ini sendiri dilaksanakan secara tahunan atau setiap tahunnya, yang biasanya akan berlangsung selama tiga hari, yang dimulai dari tanggal 13 hingga 15 April.

Selama tiga hari tadi, warga setempat akan menyibukan diri mereka dengan ritual pencucian patung Buddha, menawarkan makanan ke para biksu, membangun pagoda dari pasir, melepaskan burung dan ikan ke alam, kemudian melakukan atau memainkan perang air yang amat seru.

Khusus perang air, wisatawan juga turut dilibatkan. Mulanya, kegiatan ini hanya sebuah tradisi mencipratkan air bekas pencucian patung agar mendapat berkat, membersihkan diri dari segala hal negatif, serta memperoleh keberuntungan di tahun yang baru. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, prosesi saling mencipratkan air tadi pun berkembang menjadi acara perang air massal.

Pemerintah Thailand bahkan telah mengumumkan Festival Songkran sebagai hari libur umum yang diperpanjang untuk memungkinkan orang kembali ke kampung halaman mereka untuk merayakannya bersama dengan keluargannya dan bersatu kembali dengan orang-orang yang berada di komunitas mereka.

Selain itu, pemerintah juga menetapkan tanggal 13 April sebagai Hari Tua atau Lanjut Usia. Kesempatan ini ditandai dengan apresiasi bagi penduduk senior untuk kontribusi mereka selama bertahun-tahun bagi keluarga dan negara. Sedangkan tanggal 14 April ditetapkan sebagai Hari Keluarga untuk merayakan cinta keluarga dan kebersamaan.

Tips Untuk Menikmati Festival Songkran


Seperti yang kami sebutkan tadi, biasanya festival Songkran ini di isi dengan kegiatan perang air atau bermain air di jalanan. Bisa dengan menggunakan pistol air atau balon yang di isi air dan di lemparkan ke siapa saja yang lewat.

Siapa pun anda yang terkena siraman air tersebut nggak boleh marah ya, karena makna nya adalah air sebagai sumber kemakmuran. Songkran Festival ini dirayakan bersamaan hampir diseluruh Thailand.

Beberapa kota favorit untuk merayakan Songkran adalah Bangkok, Pattaya, Phuket dan Koh Samui. Nah, bagi kalian yang mungkin baru pertama kali mengikuti Songkran, ada beberapa tips yang perlu kalian tahu sebelum akhirnya ikut terjun di dalamnya. Adapun tips tersebut antara lain:

  • Cari tempat yang ramai yang dikunjungi wisatawan

Carilah tempat- tempat yang ramai dikunjungi oleh wisatawan untuk merayakan Festival Songkran. Karena makin ramai pasti akan semakin seru. Selain kota favorit yang sudah kami sebutkan di atas, ada satu kota lagi yang selalu ramai saat festival ini berlangsung. Salah satu tempat yang paling direkomendasikan untuk merayakan Songkran adalah Kota Chiang Mai yang berada di Thailand Utara.

Selain karena kecantikan kota tuanya, pusat Kota Chiang Mai ini juga dikelilingi oleh reruntuhan benteng dan kanal yang bisa anda jadikan sebagai objek wisata. Peserta Songkran banyak berkumpul di pinggiran kanal, karena dengan begitu mereka akan mudah mengisi “amunisi” air untuk berperang.

  • Amankan peralatan elektronik

Tips selanjutnya, amankan peralatan elektronik kalian. Gunakan zipper plastic bag atau wadah anti air. Pastikan wadahnya tertutup rapat dengan benar. Bagi yang ingin berfoto saat berlangsungnya Songkran, sebaiknya memakai kamera anti air atau memakai waterproof case. Selama perang air, semua orang tidak akan pandang bulu dalam memilih objek, tidak peduli kalian sedang membawa peralatan elektronik atau tidak.

  • Beli pistol air, jangan lupa ditawar

Saat membeli senapan air atau peralatan perang air lainnya, sebaiknya mencari perbandingan harga dari beberapa pedagang. Penjual biasanya akan memanfaatkan kebutuhan dan keawaman turis, sehingga terkadang memberi harga yang tinggi.

Jangan segan untuk menawar apabila harga yang diberikan dirasa tidak normal. Apabila memungkinkan, kalian bisa meminta tolong penduduk lokal untuk dititipkan membeli barang yang kalian mau. Biasanya penjual akan menjual lebih murah kepada penduduk lokal.

  • Jangan lupa pakai sunblock

Tips lain yang bisa dicoba adalah pakailah waterproof sunblock. Kalian akan bermain air di area terbuka seharian, di hari- hari paling panas di Thailand. Sehari saja kalian tidak memakai sunblock, bisa merusak hari-hari kalian berikutnya karena kulit yang perih terbakar matahari.

  • Pilih Pakaian Yang Nyaman

Begitu keluar dari pintu hotel, seketika anda langsung menjadi target tembakan orang-orang yang sudah siap dengan pistol air di tangan. Sebaiknya anda tak salah memilih bahan dan warna pakaian, karena beberapa bahan dan warna pakaian jika basah akan tampak transparan yang membuat lekuk tubuhmu terlihat. Pakaian berwarna gelap dan berbahan sedikit tebal bisa menghindarkanmu dari rasa tidak nyaman dalam kondisi basah.

  • Bertemanlah Dengan Warga Lokal

Ya paling asik kan kalau berkunjung ke negara lain bisa dapat teman baru, apalagi warga setempat. Nah, ketika anda mengikuti festival Songkran ini, cobalah untik berteman dengan warga lokal.

karena hal ini bisa memberikan banyak keuntungan, seperti saat mencari jalan pintas untuk menyerang kerumunan dari belakang, mencari tempat refill pistol air yang terdekat dan juga pada saat mencari makanan murah saat lagi perang air. Warga Thailand cukup open minded loh, apalagi pada waktu festival ini mereka akan sangat suka di sapa dan berkenalan dengan wisatawan.

  • Hati-Hati Barang Berharga

Hati-hati terhadap dompet yang anda bawa. Lindungi dengan menaruhnya dalam wadah waterproof dan bawa di tempat yang aman, serta jangan dimasukkan di saku celana.

Karena selain terancam basah kuyup, suasana ramai dan perang air yang seru bisa membuat anda lengah dan mungkin dompet bisa berpindah tangan. Bila merepotkan, cukup tinggalkan dompet di kamar hotel dan bawa uang secukupnya yang dimasukkan dalam money belt.

  • Jangan emosi

Tips terakhir tentunya ciptakanlah suasana hati yang kondusif. Jangan mudah tersinggung atau marah hanya karena hal- hal kecil yang tidak disengaja. Songkran adalah festival seru untuk senang-senang. Jangan ada dendam di antara kita, ya.

Selain Di Thailand, Festival Songkran Juga Ada Di Negara Ini

 

Selain negara seperti China Selatan, Myanmar, Laos, dan Kamboja yang sudah kami sebutkan sebelumnya, ternyata Songkran juga dirayakan oleh komunitas Siam Malaysia, khususnya di daerah bagian Kedah, Kelantan, Penang, Perlis hingga Terengganu di mana sebagian besar Siam berada.

Festival ini juga dirayakan sebagai Sangken di wilayah timur laut India dan sebagai Bizu, Boisuk, Shangrai, dan Boisabi di Chittagong Hill Tracts Bangladesh, yang merupakan Hari Tahun Baru tradisional bagi masyarakat adat dan komunitas Buddhis.

Festival Sangken dirayakan oleh orang-orang dari suku Khampti. Festival ini juga dirayakan olehSingpho, Khamyang, Tikhaks (Tangsa) dan komunitas Phakyal Arunachal Pradesh, dan komunitas Tai Phake Assam.

Sangken umumnya jatuh di bulan ‘Naun Ha‘, yaitu bulan kelima tahun kalender Khampti Lunar, yang bertepatan dengan bulan April. Itu dirayakan di hari-hari terakhir dari tahun yang lama dan tahun baru lunar, yang dimulai pada hari tepat setelah berakhirnya festival.

Vishu, yaitu sebuah festival agama Hindu, yang dirayakan terutama di Negara Bagian Kerala India Selatan (dan beberapa bagian dari Tamil Nadu), juga jatuh selama jangka waktu yang sama. Ini dianggap sebagai festival panen.

Di beberapa desa di India selatan, khususnya Karnataka, sebuah festival yang disebut “Okhali” atau “Okhli” dirayakan, dimana setiap rumah tangga akan menyimpan satu barel air yang dicampur dengan kapur dan kunyit untuk dilemparkan pada orang yang lewat.

Tanggal Okhali bertepatan dengan tanggal Songkran di Thailand dan Thingyan di Myanmar, bukan dengan tanggal Holi, yang merupakan festival India utara. Songkran ini juga dirayakan setiap tahun di wilayah Pulau Wake oleh anggota Angkatan Udara AS dan kontraktor Amerika dan Thailand.

Berkunjung ke Thailand, khususnya Bangkok, saat Festival Songkran akan memberikan pengalaman tersendiri untuk kita, karena kita bisa merasakan langsung festival air terbesar di Asia Tenggara tersebut. Bagaimana, anda tertarik untuk pergi ke Bangkok untuk merayakan Festival Songkran tahun depan?

Semoga dengan adanya artikel ini anda bisa lebih mengetahui arti dan makna dari festival ini sebenarnya. Dan, jangan lupa juga untuk praktekin tips yang kami berikan tadi, ya kalau memang anda berniat untuk turut serta merayakan perayaan unik ini.

Dan usahakan untuk mengikuti aturan yang diberlakukan di sana ya. Itukan bukan negara atau tempat tinggal kita, jadi sudah seharusnya kita mengikuti aturan mereka, karena anda hanyalah seorang pendatang di sana. Bisakah anda melakukannya?

Related Posts